True Love Endures

[ad_1]

Ingatan membawa banyak kesedihan, kekecewaan dan janji-janji yang tidak dapat kita lepaskan. Terkadang kita adalah musuh dari diri kita sendiri. Kami ingin melupakan tetapi perang muncul di antara pikiran dan hati kita. Ini adalah perjuangan untuk bertahan dari hari ke hari melupakan rasa sakit. Semakin kita mendorong orang yang menyakiti kita, semakin kita terluka dalam.

Kita menyerah tetapi gravitasi di dalam diri kita menarik kembali perasaan penuh cinta itu. Kita cenderung melarikan diri dari kenyataan memberi diri kita harapan palsu. Tetapi di pagi hari ketika kita bangun, rasa sakit masih ada yang membunuh kita seperti pedang bermata dua yang meremas hati kita hingga setetes darah terakhir.

Di malam hari, tempat tidur kami terasa seperti kuburan di mana kegelapan menelan kami saat kami berbaring untuk tidur. Keheningan malam memekakkan telinga, tidak ada musik untuk didengar, tetapi hanya suara derak hati yang patah seperti serigala yang menunggu untuk melahap kami. Kami tampak tidak bercacat tetapi sangat ingin mati.

Betapapun menyakitkan, kami berusaha keras untuk melepaskannya. Tidak peduli bagaimana sakitnya, kita memilih untuk melupakan. Kami memaksa diri untuk menemukan cinta baru, seseorang yang lebih baik, seseorang yang bisa mengembalikan potongan-potongan patah kembali ke bentuk semula. Setelah beberapa saat kita menyadari waktu memberi kita jalan keluar dari penjara kekecewaan dan kesedihan, maka kita merasa baru.

Ya, waktu menyembuhkan semua luka tetapi cinta sejati hanya melupakan rasa sakit. Itu mengingat sukacita dan cinta. Itu mengingatkan kita bagaimana perasaan kita ketika kita masih bersama. Ini membawa kembali waktu dan itu mengalahkan semua sakit hati. Kenangan cinta sejati menahan kita di mana mesin waktu ada, membawa kita ke saat ketika kita jatuh cinta.

Mereka mengatakan cinta sejati memiliki kebiasaan untuk kembali. Itu terus kembali ke yang pernah kita cintai. Karena ingatan akan cinta sejati kita tidak pernah memudar, kita tetap hidup seperti musik dalam pikiran dan perasaan kita. Tidak pernah hilang, meskipun itu memberi dirinya istirahat tetapi tidak pernah mati.

Pengulangan jatuh cinta dengan orang yang sama adalah membiarkan diri kita hancur lagi. Kita tahu bahwa mencintai seseorang yang istimewa ini memberinya wewenang untuk menyakiti kita. Tapi kami lebih suka memeluk rasa sakit sambil mencintai … daripada melepaskan dan mengubur perasaan itu. Karena cinta sejati selalu kembali, cinta sejati bertahan.

[ad_2]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *